Pemkab HSU dan BPJS lakukan Kerjasama Jaminan Kesehatan Warga

oleh -452 views

AMUNTAI, Kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berikan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat HSU.

Hal ini ditindak lanjuti Pemerintah Kabupaten HSU di bawah kepemimpinan Bupati HSU, H Abdul Wahid HK dengan melakukan penandatanganan kerjasama  dengan BPJS Cabang Barabai, di halaman Kantor Bupati HSU.

Baca Juga ==> Pemprov Kalsel-Pemkab HSS bersinergi membangun Wisata Loksado

Program kesehatan bagi seluruh masyarakat ini merupakan program utama dari pada pemerintah pusat sampai kesemua tingkatan dan desa, sehingga kewajiban pemerintah provinsi dan daerah kabupaten HSU yakni menindaklanjuti hal tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Hal ini guna enjamin kesehatan warga masyarakat secara keseluruhan sejak lahir dan dimanapun berada asalkan tercatat sebagai warga HSU akan mendapatkan pelayanan kesehatan kelas III dari BPJS. Maka untuk itu, Pemkab HSU menyiapkan dana di APBD tahun 2019 kurang lebih 30 milyar,” sampai Wahid.

Lebih lanjut, Wahid mengatakan, dengan ditandatanganinya kerjasama antara Pemkab HSU  selain HSS dan Balangan dan BPJS kesehatan maka HSU kabupaten ketiga di Kalsel yang  berkomitmen memberikan jaminan kesehatan.

“Kami komitmen dengan pelayanan kesehatan gratis keseluruh masyarakat masyarakat yang selama ini tergolong tidak mampu”,  ucapnya.

Baca Juga ==> Pemprov Kalsel-Pemkab HSS bersinergi membangun Wisata Loksado

Saat ini, berdasarkan data pemerintah Kabupaten jumlah Penduduk yang telah menerima jaminan kesehatan Nasional dan kartu Indonesia sehat adalah sebanyak 231.522 jiwa atau 100% dari total penduduk HSU. 

“Dengan begitu seyogiyanya tidak ada lagi permasalahan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan kesehatan di semua sarana kesehatan yang ada di Kabupaten HSU,” tambahnya. 

Wahid juga menghimbau kepada seluruh masyarakat HSU untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan tersebut dengan sebaik-baiknya, bagi kepala desa dan aparat desa lainnya juga dapat memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat.

 “Jika sakit jangan segan-segan untuk segeralah berobat menurut jenjangnya, di puskesmas hingga rujukan yang lebih tinggi, sesuai keperluannya”, terang Bupati HSU.

Baca Juga ==> Pemprov Kalsel-Pemkab HSS bersinergi membangun Wisata Loksado

Wahid juga berpesan kepada seluruh Aparat desa agar dapat memberikan laporan data dari pada warganya, baik bagi warga yang telah meninggal dunia atau yang baru lahir, agar jumlah tanggungan jaminan kesehatan bagi pemerintah daerah dapat tepat sesuai dengan jumlahnya.

Kepala BPJS Cabang Barabai,  Sugianto berharap dengan adanya jaminan kesehatan ini, segala keluhan seluruh masyarakat mengenai pelayanan kesehatan dapat ditanggulangi, tinggal melaporkan data peserta jaminan kesehatan bagi yang belum terdaftar.

Penerima  jaminan kesehatan secara cuma cuma dari pemerintah dengan penerima jaminan kesehatan secara mandiri tidak banyak perbedaan dari segi pelayanan, hanya saja ketentuan bagi  penerima bantuan dari pemerintah saja yang sudah diatur dengan persyaratan tertentu.

“Bagi penerima jaminan kesehatan yang bersifat mandiri atau bantuan pemerintah tidak ada perbedaan yang besar dari segi pelayanan, akan tetapi bagi pengguna jaminan kesehatan mandiri dapat memilih kelasnya baik kelas 1,2 atau 3 sementara bagi yang mendapatkan bantuan dari pemerintah hanya mendapatkan kelas 3, dan secara otomatis akan keluar dari bantuan pemerintah jika berpindah kelasnya,” terangnya.

Baca Juga ==> Pemprov Kalsel-Pemkab HSS bersinergi membangun Wisata Loksado

Penulis : Adiyat/Tim
Editor : A. Syaufi
Penanggung jawab : SA Lingga

Slider
Facebook Comments