Oknum Lapas jadi Sindikat Narkoba

oleh -365 views

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Sindikat pengedar sebanyak 3,5 Kg sabu dan 2.600 butir pil ekstasi, yang berhasil dibongkar jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel, ternyata melibatkan sejumlah oknum petugas Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) atau sipir, termasuk narapidana (napi) sendiri.

Yang diungkap pertama adalah jaringan Lapas yang melibatkan oknum petugas atau sipir dan napi, dengan barang bukti 50,43 gram sabu, pada 21 Januari 2019.

Baca Juga ==> Satu Tersangka Narkoba Koma saat ditangkap Polisi

Jaringan ini dikendalikan oleh oknum sipir berinisial DP (26),yang berdinas di Lapas Kelas III Banjarbaru, dengan dibantu HA (28), seorang warga binaan di Lapas yang sama.

Dalam pengungkapan yang dipimpin Kasubdit I, Kompol Ugeng Sudia Permana, ditangkap juga RS, SY dan CG, yang masih ada hubungannya dengan jaringan di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan Martapura, Kabupaten Banjar.

Kemudian di hari yang sama, Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Kalsel, Kompol Diaz Sasongko bersama tim mengungkap sindikat narkoba jaringan Kalimantan Utara (Kaltara) dengan barang bukti ditemukan 1.829,93 gram sabu.

“Awalnya anggota mendapat informasi adanya pengiriman sabu dari Kaltara tujuan Banjarmasin atau Banjarbaru. Kemudian tim melacak jejak pelaku yang membawa narkotika melalui jalur darat,” papar Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Aneka Pristafuddin, yang menggelar siaran pers mewakili Kapolda Irjen Pol Yazid Fanani, Selasa (29/1) kemarin, di Banjarmasin.

Baca Juga ==> Satu Tersangka Narkoba Koma saat ditangkap Polisi

Setelah didapat ciri-ciri kendaraan yang membawa sabu dalam jumlah besar tersebut, polisi melakukan pembuntutan dari Kota Rantau, Kabupaten Tapin.

“Saat dilakukan penyergapan di Jalan Transat Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, dua pelaku melarikan diri meninggalkan mobil berisi empat paket besar sabu. Di mana satu tersangka FJ, berhasil ditangkap dan satunya menghilang, dan kini buron,” papar Wakapolda.

Sementara tiga hari berselang, tepatnya 24 Januari 2019, Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kalsel yang kembali berhasil menggagalkan peredaran 1.656,5 gram sabu dan 2.600 butir ekstasi jaringan Malaysia dan Sumatera.

Dari pengungkapan yang dipimpin Kasubdit 2, AKBP Andi A itu, tersangka pertama yang ditangkap SM di Jalan Komplek Bumi Perdana, Banjarmasin Selatan dengan barang bukti sabu 816,50 gram. Kemudian ditangkap lagi RR menyimpan 510 gram sabu dan 1.400 butir ekstasi warna merah muda logo Instagram.

Baca Juga ==> Satu Tersangka Narkoba Koma saat ditangkap Polisi

Hasil pengembangan, tersangka MA diciduk dengan barang bukti 255 gram sabu dan 1.000 butir ekstasi logo Instagram. Lantaran mencoba kabur, tersangka dilumpuhkan dengan tembakan di kaki kiri.

Adapun dua tersangka terakhir dari jaringan, ini yang ditangkap adalah AF dan AR beserta 75 gram sabu dan 200 butir ekstasi warna hijau muda logo Koala. Keberhasilan pengungkapan besar inipun diapresiasi Wakapolda yang memuji kinerja anak buahnya tersebut.

Apalagi dengan gagalnya beredar narkotika yang disita, itu artinya telah berhasil menyelamatkan 73.337 jiwa terhindar dari penggunaan narkoba. Dengan estimasi jika dalam setiap 1 gram sabu dapat digunakan 20 orang dan setiap 1 butir ekstasi digunakan 1 orang.

Sementara Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Wisnu Widarto menambahkan, sindikat jaringan pemasok narkoba ke Kalsel cukup banyak.

Baca Juga ==> Satu Tersangka Narkoba Koma saat ditangkap Polisi

Untuk itu, butuh kerja keras jajarannya melakukan pemberantasan. “Mereka ini jaringan sel terputus, jadi yang ditangkap para operator di lapangan dan usia relatif muda-muda,” tandasnya.

Wisnu pun berterima kasih kepada para pihak yang telah membantu dari pengungkapan seperti Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalsel serta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel, yang terus bersinergi dalam pemberantasan peredaran narkoba di Bumi Lambung Mangkurat.

Turut hadir dalam gelar perkara di hadapan awak media, Kepala Divisi Permasyarakatan pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalsel, Alfi Zahrin Kiemas dan Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kalsel, AKBP Edy Saprianadi serta dari Kejaksaan dan Balai Besar POM di Banjarmasin.

Sumber : Antara
Penanggungjawab : SA Lingga

Slider
Facebook Comments