Berkas kasus Jembatan Madastana sudah P-21

oleh -460 views
Ilustrasi.(net)

Namun tersangkanya belum Limpah

Walaupun berkasnya sudah dinyatakan P21, namun hingga kini tersangka kasus ambruknya Jembatan Mandastana di Kabupaten Barito Kuala (Batola), yang terjadi pada 17 Agustus 2018 lalu, yakni Direktur Utama Citra Bakumpai Abadi, Rusman Adji, hingga kini,  belum juga memasuki tahap dua.

 

BANJARMASIN, Kalselpos.com –  Tahap dua dari penyidik adalah  melimpahkan berkas dan tersangka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), dalam hal ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel, untuk segera dilakukan proses persidangan.

“Belum ada dilimpahkan, hasil koordinasi kita katanya menunggu terdakwa lainnyanya, yakni konsultan pengawas Yudi Ismani ST, yang kini masih proses pemeriksaan,” ujar Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalsel, Munaji, kepada wartawan, Selasa (8/1) lalu.

Baca Juga ==> Kasus Sajam dominasi Tindak Pidana

Penetapan konsultan pengawas memang belakangan. Sementara berkas Rusman Adji sudah dinyatakan P21. “Memang berkasnya dipastikan  di-split, namun agar menghemat waktu karena kemungkinan saksi tidak jauh berbeda, maka untuk tahap II, berkas  kedua tersangka dilimpah bersamaan;” katanya.

Diketahui, pada kasus ambruknya konstruksi jembatan beton penghubung Desa Tanipah dengan Desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, penyidik  Ditreskrimsus Polda Kalsel menetapkan dua orang tersangka yakni Direktur Utama Citra Bakumpai Abadi, Rusman Adji dan Yudi Ismani selaku konsultas pengawas.

Menurut  Wakil Kepala Polda Kalsel, Brigjen Aneka Pristahuddin, beberaoa waktu lalu  kegagalan konstruksi dan bangunan jembatan mengakibatkan kerugian negara Rp16,3 miliar.

Ia mengatakan, Kejaksaan Tinggi Kalsel sudah melimpahkan berkas Rusman Adji ke Ditreskrimsus alias P21, lewat surat Kejati Nomor: B-3546/Q.3.5/Ft.I/11/2018.

Baca Juga ==> Kasus Sajam dominasi Tindak Pidana

“Berdasarkan hasil penyidikan, ditemukan fakta kekurangan volume pekerjaan tiang pancang dan mutu dari pondasi jembatan pada pilar tiga, terjadi runtuh (failure). Pada abudment 1 dan 2 serta pilar 4 dinyatakan tidak aman untuk kondisi ideal layaknya jembatan,” ucap Wakapolda Kalsel.

Penulis : SA Lingga
Penanggungjawab : SA Lingga

Facebook Comments