APBDes tak hanya bangun infrastruktur di Gumas

oleh -115 views
Kepala DPMD Kabupaten Gumas, Yulius Agau (dua kanan) bersama para peserta kegiatan peningkatan keterampilan pemberdayaan kesejahteraan keluarga saat mempraktikkan cara membuat kroket berbahan singkong di aula Kantor Desa Tanjung Riu, Jumat (11/1/19).(ant)

Namun perhatikan pembangunan SDM

Kuala Kurun, Kalselpos.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah Yulius Agau meminta kepada Pemerintah Desa di wilayah setempat agar dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) hendaknya tidak hanya untuk membangun infrastruktur, namun juga membangun sumber daya manusia.

“APBDes tidak hanya digunakan untuk membangun desa secara fisik seperti jalan dan gedung, namun juga membangun SDM masyarakat desa,” kata Yulius Agau saat kegiatan peningkatan keterampilan pemberdayaan kesejahteraan keluarga di aula Kantor Desa Tanjung Riu Kecamatan Kurun, Jumat (11/1/19).

Sejak diluncurkan pada tahun 2015 lalu, kata dia, sebagian besar pemerintah desa masih menggunakan APBDes untuk membangun atau membenahi fisik. Contohnya saja dalam membenahi jalan dan jembatan, kantor desa, gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), gedung Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), dan lainnya.

Mulai tahun anggaran 2019 ini, sebagian pemerintah desa mulai memperhatikan pembangunan SDM. Salah satunya adalah pemerintah desa Tanjung Riu yang melakukan kegiatan peningkatan keterampilan pemberdayaan kesejahteraan keluarga, demi menumbuhkan usaha ekonomi produktif ibu-ibu PKK di desa setempat.

“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita harap ini akan menumbuhkan usaha ekonomi produktif yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, memenuhi gizi keluarga, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat itu sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Tanjung Riu, Ririn Maryeli mengatakan bahwa pihaknya melaksanakan kegiatan ini dengan tujuan untuk memberi keterampilan kepada ibu-ibu PKK, sehingga mereka dapat membuat kue dari bahan lokal yang ada di lingkungan sekitar. Bahan lokal tersebut adalah singkong dan pisang.

Dia mengatakan, sebagian besar masyarakat Desa Tanjung Riu memiliki kebun singkong dan pisang. Hanya saja, selama ini masyarakat mengolah singkong dan pisang dengan cara digoreng atau direbus, sehingga susah bersaing jika dijual untuk umum dan harganya pun relatif murah.

Selama kegiatan ini, para peserta diajarkan cara mengolah singkong menjadi berbagai kue seperti kroket singkong, bolu singkong, dan keripik pisang. Dengan berbagai variasi, maka diharapkan kue yang diproduksi oleh ibu-ibu PKK Desa Tanjung Riu dapat dijual dan bersaing di pasaran.

Disamping itu, jika ibu-ibu memiliki keterampilan membuat berbagai kue sendiri, maka mereka dapat menyiapkan sajian sehat bagi keluarga tanpa membeli di luar serta lebih terjamin kesehatannya. “Kalau kita membuat sendiri, tentu lebih terjamin kesehatannya,” demikian Ririn.

Sumber : Antara
Penanggungjawab : SA Lingga

Facebook Comments