35 Pedagang eks Pendopo minta Penataan Ulang

oleh -308 views
HEARING – Perwakilan pedagang eks Pasar Pendopo, melakukan dialog bersama DPRD Barito Utara dan sejumlah pihak terkait.(asli)

MUARA TEWEH, Kalselpos.com – Sebanyak 35 orang pedagang pakaian, klontongan dan aksesoris eks Pasar Pendopo yang berjualan di lokasi parkiran bongkar muat, melakukan rapat hearing bersama DPRD Kabupaten Barito Utara (Barut), di Aula DPRD setempat, Rabu (30/1) kemarin.  

Rapat tersebut terkait rencana pemerintah daerah yang akan memindahkan mereka ke  lokasi pasar sementara di Lapangan Hijau yang telah selesai dibangun.

Baca Juga ==> Pedagang keluhkan Bocornya Atap Pasar INDOSIAR

Salah satu perwakilan dari para pedagang H Pandi menyampaikan, pihaknya meminta agar mereka yang berjumlah sebanyak 35 orang tersebut, dipindahkan ke depan lokasi Water Front Citi (WFC) tepatnya di belakang bangunan para pedagang sembako.

“Kita meminta pemerintah agar bisa menertibkan bangunan, agar bisa sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Jadi kita pedagang yang berjumlah 35 orang ini bisa menempati tempat tersebut,” ujarnya, pada rapat hearing yang dipimpin Ketua DPRD Barut Set Enus Y Mebas didampingi Waket I, Hj Mery Rukaini, Kepala Disdagrin H Hajrannor, Asisten II Jupriansyah, dan anggota DPRD.

Bahkan jelasnya, mereka siap membangun sendiri dengan mengunakan dana pribadi dan tanpa merusak bangunan WFC.

Sementara, Burhanudin juga mengaku selama berjualan di pasar sementara di lapangan hijau, selama kurang lebih 1 bulan setengah ini, merasa sangat sepi dan tidak ada pengunjung yang datang.

Baca Juga ==> Pedagang keluhkan Bocornya Atap Pasar INDOSIAR

“Kita tidak menolak, namun intinya kita meminta seluruh teman-teman pedagang yang ada namanya juga harus berjualan di lokasi lapangan hijau. Serta jalan tidak becek lagi, supaya pembeli mau datang,” ucapnya.

Menangapi, hal tersebut Kepala Disdagrin H Hajrannor menjelaskan, di kawasan parkir bukan hanya 35 orang, tetapi berdasarkan data Disdagrin Barut untuk pedagang kain ada 61, kelontongan 27 dan  aksesoris ada 17 orang, dengan total 105 orang pedagang.

“Untuk lokasi lapangan hijau, sebenarnya cukup untuk mengakomodir para pedagang sesuai dengan zonasinya,” ungkap Hajrannor.

Tetapi bebernya, jika dihitung keseluruhan semua para pedagang yang jumlahnya 500 lebih, yang kemudian menjadi 300 berdasarkan  verifikasi, bila semuanya berjualan di lapangan hijau, maka tidak akan mampu menampung semuanya.

Baca Juga ==> Pedagang keluhkan Bocornya Atap Pasar INDOSIAR

” Tetapi masalah mau dikumpulkan di mana itu tergantung pimpinan (Bupati), saya selaku Kepala Dinas hanya mengikuti. Apabila Bupati mau di mana, kita hanya mengikuti sesuai dengan tugas yang diberikan,” tuturnya.

Rapat sempat memanas dan terjadi ketegangan antara pihak eksekutif dari Dinas Perdagangan dengan salah satu perwakilan pedagang. Namun dapat diredam hingga tidak membesar.

Sementara, berdasarkan kesimpulan rapat Pemerintah Daerah diharapkan mengakomodir pedagang pasar eks Pendopo agar bisa di pindahkan  ke lapangan hijau atau difokuskan di WFC.

Penulis : Asli
Editor : Aspihan
Penanggung jawab : SA Lingga

Slider