Pertamina gelar operasi pasar elpiji subsidi di enam titik

oleh -31 views
PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalbar, Senin, menggelar operasi pasar untuk elpiji subsidi di masing-masing dua titik di tipa kecamatan, yakni di Kecamatan Pontianak Barat, Timur dan Kecamatan Utara, Kota Pontianak tersebut. (ist)

Pontianak  (Antaranews Kalbar) – PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalbar, Senin, menggelar operasi pasar untuk elpiji subsidi di masing-masing dua titik, yakni di Kecamatan Pontianak Barat, Timur dan Kecamatan Utara, Kota Pontianak tersebut.

“Hari ini secara serentak kami menggelar OP dalam menjual elpiji subsidi sesuai HET (harga eceran tertinggi) Rp16.500 /tabung yang diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu, dan sekaligus penerapan pembelian elpiji subsidi dengan cara mencelupkan jari ke tinta sebagai antisipasi tidak membeli berulang,” kata Executive LPG PT Pertamina Pontianak Sandy Rahadian di Pontianak.

Ia menjelaskan, OP tersebut digelar dalam rangka memenuhi tingginya permintaan elpiji subsidi menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Kota Pontianak dan daerah sekitarnya.

Sejumlah warga mengantri membeli gas subsidi saat gelar operasi pasar Pertamina di Polsek Pontianak Barat, Kalimantan Barat, Senin (17/12/2018). PT Pertamina (Persero) wilayah Kalbar menggelar operasi pasar gas bersubsidi 3 kilogram dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp16.500 per tabung di sejumlah titik di Kota Pontianak guna normalisasi harga serta menjamin ketersediaan menyusul terjadinya kelangkaan. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

“OP elpiji subsidi tersebut kami fokuskan di tiga kecamatan tersebut, dan tidak menutup kemungkinan di kecamatan lainnya, yang dimulai tanggal 17 – 31 Desember 2018 dengan total sebanyak 33.600 tabung,” ungkapnya.

Bahkan, menurut dia, sebelum OP tersebut berlangsung pun, pihaknya sudah menambahkan kuota elpiji subsidi sebesar 15 persen dari kebutuhan di hari biasa sebagai antisipasi peningkatan permintaan menjelang Perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

“Di hari biasa, kuota elpiji subsidi untuk masyarakat kurang mampu dan usaha mikro di Pontianak sebanyak 22 ribu tabung gas. Penambahan kuota itu guna memenuhi masyarakat yang berhak menggunakan elpiji bersubsidi,” ujarnya.

Sejumlah warga mengantri membeli gas subsidi saat gelar operasi pasar Pertamina di Polsek Pontianak Barat, Kalimantan Barat, Senin (17/12/2018). PT Pertamina (Persero) wilayah Kalbar menggelar operasi pasar gas bersubsidi 3 kilogram dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp16.500 per tabung di sejumlah titik di Kota Pontianak guna normalisasi harga serta menjamin ketersediaan menyusul terjadinya kelangkaan. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Sementara itu, Senior Administrator Depot Sales Point PT Pertamina (Persero) Pontianak, Syukra Mulia Rizki mengatakan OP elpiji subsidi tersebut di tiga kecamatan yang terbagi dalam enam titik, dan masing-masing titik tersebut disediakan 560 tabung atau sebanyak 3.360 tabung. “Alhamdulillan OP tersebut lancar, bahkan dalam dua jam sudah selesai, dan semoga bisa mengatasi kelangkaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan penggunaan tinta bagi warga yang membeli guna mengatasi fenomena pengecer ilegal, sehingga mereka tidak bisa membeli ulang.

Camat Pontiank Timur Ismail berharap OP elpiji subsidi terus berlanjut dan dibarengi dengan upaya penertiban. “Saya berharap masyarakat mentaati mekanisme ketentuan aturan yang sudah dibuat Pertamina dalam pembelian elpiji subsidi,” katanya.

Warga membeli gas subsidi saat gelar operasi pasar Pertamina di Polsek Pontianak Barat, Kalimantan Barat, Senin (17/12/2018). PT Pertamina (Persero) wilayah Kalbar menggelar operasi pasar gas bersubsidi 3 kilogram dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp16.500 per tabung di sejumlah titik di Kota Pontianak guna normalisasi harga serta menjamin ketersediaan menyusul terjadinya kelangkaan. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Sebab, dia tidak menampik terjadinya karena indikasinya akibat prilaku masyarakat, di mana masyarakat rumah tangga itu ibu-ibu itu menyediakan stok sampai beberapa tabung di rumah. “Bahkan ada sekarang menggunakan kesempatan ini untuk berbisnis di rumah, yang menurut aturan jelas dilarang,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi S Triwiwbowo memastikan rantai distribusi elpiji subsidi yang dilakukan Pertamina sudah memenuhi SOP (standar operasional prosedur).

“Kami juga sudah merapatkan persoalan itu bersama kepolisian, Pertamina dan agen di Kota Pontianak, dan termasuk melibatkan sebanyak 289 pangkalan elpiji. “Hasilnya, diketahui distribusi sudah sesuai SOP, bahkan stok elpiji, menurut Pertamina cukup hingga enam bulan ke depan,” ungkapnya.

Seorang petugas menyusun tabung gas subsidi saat gelar operasi pasar Pertamina di Polsek Pontianak Barat, Kalimantan Barat, Senin (17/12/2018). PT Pertamina (Persero) wilayah Kalbar menggelar operasi pasar gas bersubsidi 3 kilogram dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp16.500 per tabung di sejumlah titik di Kota Pontianak guna normalisasi harga serta menjamin ketersediaan menyusul terjadinya kelangkaan. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Menurutnya fenomena baru di mana pengecer membeli elpiji di pangkalan dalam jumlah besar. “Jadi pengecer menyimpan 15 tabung, ada yang 20 tabung hingga 30 tabung, bahkan satu pikap (mobil terbuka),” katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, pangkalan harus menyampaikan ke masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga bahwa sesuai dengan SOP bahwa elpiji subsidi wajib untuk pelaku usaha mikro dan keluarga tidak mampu, sementara pelaku usaha kecil menengah dan besar mau pun ASN itu tidak boleh lagi menggunakan elpiji subsidi, melainkan harus menggunakan yang nonsubsidi, seperti Bright Gas 5,5 kilogram atau 12 kilogram,” katanya.

Sementara itu, Sumarni, warga Gang Alpukat, Kecamatan Pontianak Barat menyatakan, OP elpiji subsidi tersebut sangat membantu dirinya dan warga yang tidak mampu lainnya dalam mendapatkan elpiji tiga kilogram sesuai harga HET.

“Alhamdulillan operasi pasar ini membantu kami yang dalam dua hari ini kesulitan mendapatkan elpiji tiga kilogram,” ujarnya.

Sumber : Antara
Penanggungjawab : S. A. Lingga

Facebook Comments