Dinkes akui demam berdarah semakin marak serang warga Bartim

oleh -102 views
Kadis Kesehatan Bartim dr Simon Biring MPH.(ant)

Tamiang Layang, Kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah melalui Dinas Kesehatan setempat mewaspadai kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang semakin marak menyerang warga.

Kepala Dinas Kesehatan Bartim dr Simon Biring MPH saat dihubungi dari Palangka Raya, Sabtu, mengakui sekarang ini sudah ada beberapa warga dilaporkan suspek atau dicurigai terinfeksi penyakit DBD sebanyak sembilan orang.

“Sikap waspada telah disampaikan ke seluruh petugas Puskesmas se-Bartim untuk mengajak masyarakat membersihkan lingkungan, menguras, menutup dan mengubur tempat-tempat yang bisa menggenangnya air,” beber dia.

Petugas kesehatan juga sudah mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan gotong royong bersama dan menerapkan Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHBS).

Selain itu, pada alamat warga yang terindikasi kasus DBD dilakukan fogging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk. Sedangkan untuk pencegahan nyamuk bertelur atau berkembang biak di air, petugas memberikan serbuk abate.

“Menumpas kasus DBD memang mengalami kesulitan. Virus yang bisa menyebabkan kematian itu tetap akan ada selama masyarakat tidak peduli dengan kebersihan lingkungannya,”  kata Simon.

Dia pun berharap para kepala desa bisa memanfaatkan anggaran desa untuk membersihkan lingkungan dengan melaksanakan gotong royong.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Katingan itu mengatakan, gejala DBD harus diketahui warga. Gejalanya seperti nyeri pada belakang mata, daerah perut, otot, punggung dan sendi tulang. Tubuh akan mengalami demam diiringi hilangannya selera makan dan kelelahan.

Perut akan terasa mual atau muntah. Pada bagian kulit akan keluar bintik merah atau ruam. Pada bagian tubuh mudah memar, pendarahan sakit kepala atau tenggorokan.

“Gejala-gejala tersebut perlu diperhatikan. Jika sudah ada gejala demikian maka harus segera menerima penanganan secepatnya. Jika gejala tersebut sudah muncul seperti ruam merah pada kulit maka artinya sudah suspek DBD dan memasuki tahap kritis. Jika terlambat penanganan, bisa menyebabkan kematian,” kata Simon.

Sumber : Antara
Penanggungjawab : S. A. Lingga

Facebook Comments