Satga TMMD Bina Petani Karet

  • Whatsapp

KANDANGAN, Kalselpos.com – Sargas TNI Menunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, Kodim 1003/Kandangan memberikan penyuluhan kepada para petani karet, di Desa Maliling, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan (BP3K) Kabupaten HSS, Suryani, mentakan, penyuluhan diberikan kepada petani karet, agar mereka tahu tata budidaya tanaman karet yang baik dan benar.

Selama ini, kata dia, petani karet menyadap karetnya dilakukan setiap hari, padahal dalam penyadapan karet yang baik dan benar tersebut, sehingga banyak menghasilkan karet (lateks) dilakukan 52 jam sekali. “Jika dilakukan tidak sesuai dengan cara itu, maka tidak banyak menghasilkan lateks, bankan bisa menimbukan penyakit,” ujarnya.

Penyakit yang biasa menyerang tanaman karet tersebut, yakni kering alur sadar (KAS). Dijelaskannya, KAS adalah penyakit penting pada karet, karena dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar.

Dikatakannya, penyakit KAS terjadi, akibat ketidakseimbangan antara lateks yang disadap dengan lateks yang terbentuk. “Penyadapat yang terlalu sering, bisa menyebapkan KAS,” ujarnya.

Nah, untuk menghindari KAS tersebut, petani harus menyadap karetnya 52 jam sekali, agar lateks yang dihasilkan bisa lebih banyak.

Jika, tanaman karet sudah terserang KAS, langkah-langkah yang diambil, tandai bidang sadap, yang akan dikerok menggunakan pisau sadat, dan oleskan dengan zat perangsang kulit NoBB, ANKAS, Antico F 96 DLL. “Jika masing tidak bisa hubungi penyuluh pertanian, untuk ditangani,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 1003/Kandangan, Letkol Inf Suhardi Aji, mengatakan, penyuluhan tentang budidaya tanaman karet ini penting dilakukan, mengingat struktur dan mata pencarian petani di Kecamatan Padang Batung sebagian adalah petani karet.

“Dengan pembinaan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan, sehingga hasil produksi karet meningkat,” harap Dandim.

Diungkapkan Dandim, saat ini timnya sudah menemukan formula baru, yang dinamakan bio karet 1003. Dikelaskannya, cara penggunaan bio karet 1003 tersebut, dengan sistem semprot, dan didiamkan selama 1×24 jam baru bisa disadap.

Dari hasil uji coba, kata Dandim, setelah diberikan bio karet 1003, pohon karet yang disadap lateksnya bisa kembali keluar. “Bio karet ini bisa didapatkan secara gratik untuk petani karet. Ingin ingin hubungi saja Kodim 1003/Kandangan atau penyuluh,” ujarnya.

Dandim Aji berpesan, saat menyadap karet petani bisa menggunakan cara-cara yang diberikan penyuluh, sehingga hasil latek bisa banyak. “Lakukan sadar karet 52 jam sekali, agar tidak tersertang penyakit KAS, sehingga hasilnya maksimal,” pesan Dandim Aji.

Penulis : Sofan
Editor : Wandi
Penanggung Jawab : S. A. Lingga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.