Cara Kerja Pawang Mengendalikan Hujan “TMMD Batang”

  • Whatsapp

BATANG, Kalselpos.com – Peranan pawang hujan dalam suatu hajatan, terutama di daerah pedesaan masih dianggap sakral. Bahkan masyarakat perkotaan pun masih ada yang percaya dan memakai jasanya untuk memastikan hujan tidak turun saat acara, khawatir karena sebelumnya melihat prakiraan cuaca.

Termasuk di lokasi TMMD Reguler 103 Kodim 0736 Batang, Ibrahim (49) pawang hujan Dusun/Desa Durenombo Rt. 1 Rw. 2 Kecamatan Subah, menjelaskan bahwa, dalam mengendalikan hujan adalah melakukan survei lokasi dahulu guna berkenalan dengan penguasa gaib sambi memastikan apakah sedang musim hujan atau tidak. Jumat (2/11/18).

Dia menyebut ada penguasa seperti Avatar, yang mampu mengendalikan air, angin, udara dan api. Pawang profesional selalu memindahkan atau menggeser hujan ke arah laut dan jika memang sudah tidak memungkinkan maka menahannya selama mungkin dengan mengendalikan air dan angin.

Untuk mempercepat hujan, biasa dilakukan malam atau dini hari, karena udara lebih dingin dan proses kondensasi lebih mudah dan tidak banyak gangguan eksternal ketika ritual proses penurunan berlangsung. Secara umum yang ditahan atau digeser adalah awan penyebab hujan, bukan hujannya. Sejatinya awan adalah kumpulan uap air hasil evaporasi (penguapan) dimana di dalamnya terdapat muatan elektron, sehingga muatan inilah yang dimanfaatkan praktisi untuk dimanipulasi melalui perlakuan dan ritual tertentu.

“Pawang hujan memiliki tenaga dalam dan batin yang cukup besar dengan cara tertentu memainkan medan magnetik benda lainnya (telekinesis), termasuk awan sehingga dapat mendorong, memindahkan, menahan, bahkan menurunkan/menyedot (menjadi hujan), atau sekedar mendatangkan awan dari daerah lain menjadi mendung/teduh. Cara lain, dengan kekuatan doa atau rapalan mantra. Juga memanfaatkan khodam/makhluk ghaib/jin pembantu, dengan menggunakan sesaji, membakar kemenyan, memasang bawang, cabe di batang lidi.” terangnya.

Namun yang tersulit adalah mengumpulkan awan dan membuat hujan pada suatu lokasi di musim kering. Jadi saat pengaspalan jalan 2,3 Km berlangsung, Ibrahim mengaku membantu agar tidak turun hujan siang hari.

Penulis : Amin/Rel
Editor : Aprie
Penanggungjawab : S. A. Lingga

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.