TNI Kembali Mengema, Dulu AMD Sekarang TMMD

  • Whatsapp

 

 

Batang, kaslelspo.com– Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadi salah satu solusi percepatan pembangunan desa.
Program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementrian (LPNK) Pemda, dan komponen bangsa lainnya itu sudah berjalan.

Untuk yang kalinya. Kegiatan ini tidak hanya terjadi di Batang Jawa Tengah, melainkan serentak di seluruh Indonesia.
Untuk Kodim 0736/ Batang sendiri, dilaksanakan di Desa Durenombo, Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Aksi tersebut sedikitnya melibatkan 150 anggota TMMD yang terdiri dari Batalyon 15 Arhanud KODAM IV /DIPONEGORO dan Kodim 0736/ Batang. Rencananya bakti akan dilaksanakan selama 30 Hari, Mulai tanggal 15/10/2018 Sampai 14/11/2018 mendatang.

Anggota TMMD Seluruh menginap di rumah masyarakat,di sekitar lokasi .Ada beberapa Rumah warga yang dimanfaatkan. Rumah warga dipilih tak lain untuk mendekatkan diri dan penyatuan dengan masyarakat,” ujar Komandan Distrik Militer (Dandim) 0736/ Batang Letnan Kolonel Kav Henry Napitupulu.

Dalam pagelaran akbar tersebut, ada beberapa program yang diberikan kepada masyarakat sekitar. Diantaranya, membuat jalan pendekat antar Dusun dengan Dusun lainnya, peningkatkan jalan, rehab bangunan, penyuluhan, dan menggelar bakti sosial serta aktivitas sosial masyarakat lainnya.

Hal ini dilakukan lantaran rakyat merupakan satu bagian dari TNI. Kedekatan hubungan TNI dengan rakyat, terbukti telah menjadi salah satu penopang kekuatan bangsa ini, dalam upaya memperjuangkan dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bangsa ini bebas dari penjajahan dan mendeklarasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, berkat kekompakan rakyat dengan tentara yang sama-sama berjuang, mengusir penjajah di bumi Nusantara ini.
Sejarah mencatat, sebelum TNI resmi dibentuk, telah lahir organisasi yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR). Dalam perkembangannya, organisasi ini berubah nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan selanjutnya Tentara Republik Indonesia (TRI). Sebelum akhirnya ditetapkan secara resmi menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 3 Juni 1947 oleh Presiden RI Pertama, Ir Soekarno.

Peran rakyat akan cikal-bakal pembentukan TNI, tentu tidak bisa dilupakan begitu saja. Bahkan berkat kerja sama yang baik antara rakyat dengan TNI, bangsa ini bebas dari penjajahan, menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat sampai saat ini. Ucap Letkol Henry.

“Kemanunggalan antara rakyat dengan TNI inilah yang harus tetap dijaga, karena TNI itu sebenarnya berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Atas dasar itu pula, dipandang perlu adanya kegiatan nyata yang perlu dilakukan oleh TNI, untuk tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat, membangun pondasi negara yang kuat melalui kemitraan terencana antara TNI dengan masyarakat,” jelasnya.
(Pendim 0736/ Batang ).

 

Penulis : Musthafa/ Rel
Editor : Aprie
Penanggung Jawab : S.A. Lingga

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.