Satgas TMMD Batang Gali “Petilasan Mbah Merto” Perhutani BKPH Subah

  • Whatsapp

BATANG, Kalselpos.com – Mengenal Perum Perhutani Unit I Jateng KPH Kendal BKPH Subah RPH Pucung Kerep, tempat persemaian stek pucuk yang berlokasikan di Desa Durenombo Kecamatan Subah, lokasi TMMD Reguler 103 Kodim 0736 Batang. Kamis (25/10/18).

Perum Perhutani tersebut didirikan dengan Peraturan Pemerintah nomor 15 tahun 1972. Tujuan perusahaan tersebut adalah menerapkan pengelolaan hutan lestari, pengembangan dan penguatan perusahaan serta peningkatan laba usaha dan kesejahteraan masyarakat. Jadi masyarakat setempat dilibatkan atau dikaryakan sebagai tenaga pengolahnya, demi peningkatan taraf ekonomi.

Bacaan Lainnya

Untuk kegiatan pengelolaan sumber daya hutan di Durenombo, adalah percepatan penanaman lahan kosong yang diakibatkan kerusakan hutan dan gangguan keamanan hutan lainnya, sehingga diperlukan bibit yang bermutu baik dan tata waktu yang tepat. Penanaman lahan kosong yang diakibatkan kerusakan hutan dan gangguan keamanan hutan, dengan pohon stek jati dan salam.

Insting sebagai Babinsa, Serda Muchibin, Babinsa Koramil 12 Tulis melakukan upaya pendampingan pertanian juga dilakukannya, walaupun bukan Pajale (Padi Jagung Kedelai) sesuai program Kementan RI. Hanya satu tujuan, yaitu membaur dengan warga sasaran pembangunan.

Sejak kedatangan banyak prajurit TNI, Sutono (70) buruh tani Dusun Gepret Rt/Rw. 1, mulai mengenal tugas-tugas TNI atau Babinsa yang rutin melakukan pendampingan kepada para petani, walaupun fokus utamanya adalah petani Pajale. Sementara Bonasran (63) tetangganya mengaku menerima upah buruh 50 ribu/hari.

Babinsa juga mencatatkan data bahwa, di kawasan hutan, petak 46 F seluas luas 0,1 Ha, RPH Jatisari Selatan, BKPH Subah, terdapat situs budaya tujuan wisata religi/ziarah. Tepatnya, arah selatan Desa Jatisari Kecamatan Subah.

Petilasan ini sering disebut masyarakat sekitar adalah “Petilasan Mbah Merto” pada zaman Bupati Dipokusumo. Mereka meyakini masih keramat, bahkan setiap malam Jumat dan Selasa Kliwon banyak peziarah dari luar kota sengaja datang untuk melakukan tirakat/nyadran (ngalap berkah).

Penulis : Amin/Rel
Editor : Aprie
Penanggungjawab : S. A. Lingga

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.