Ribuan Jamaah Hadiri Haul KH Mahfudz Amin Ke-24

oleh -2.371 views
Suasana haul ke-24 KH Mahfudz Amin di Mushola Pondok Pesantren Pamangkih, Minggu (2/9). (Adiyat)

BARABAI, Kalselpos.com – Haul Guru KH Mahfudz Amin pendiri Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih, Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali dilaksanakan.

Haul ke 24 dihadiri Habaib, para ulama dan juga pejabat pemerintah Kabupaten hingga Provinsi Kalsel bersama ribuan jamaah kaum muslimin dari berbagai wilayah di Kalsel dan Kalteng hingga luar pulau kalimantan padati Mushola hingga halaman majelis Ponpes terbesar di HST, Minggu (2/9) pagi.

Kesempatan itu, Pejabat Bupati HST H A Chairansyah yang berhadir mengungkapkan, Haul ini merupakan jalan untuk silaturahmi antar alumni dan santri  Ponpes Ibnul Amin serta sebagai bentuk mengingatkan kembali wasiat-wasiat KH Mahfudz Amin dan mengenang jasa beliau.

“Berkat beliau perkembangan keagamaan terus meningkat dan semakin berkembang di HST sehingga  menghasilkan santri-santri yang mampu menyebarkan nama Ponpes ini ke berbagai pelosok daerah,” ucapnya.

Acara haulan diisi pembacaan manaqib KH Mahfuz Amin yang disampaikan Al Ustadz H Ahmad Fauzi pengajar di Ponpes Ibnul Amin serta tausiah dari Ad-d’ai Al-Mukarram Al Habib Abu Bakar bin Abdul Qodir Mauladawilah dari Malang.

Kembali mengingat tentang KH Mahfudz Amin,  beliau merupakan Putra tuan Guru H Muhammad Ramli Putra Tuan guru H Muhammad Amin. Ia adalah Putra pertama dari Sembilan bersaudara, pasangan Tuan guru H Muhammad Ramli dan Hj Malihah, Hj Rapiah dan terakhir Tuan guru H Muhammad Zuhdi.
Beliau pendiri pondok pesantren yang sangat disegani di wilayah Kabupaten HST, karena pengetahuan dan wawasan tentang agama Islam yang sangat mendalam.

Mahfudz Amin dilahirkan di Pamangkih pada malam selasa tanggal 23 Rajab 1332 (sekitar tahun 1914 M) dirumah orang tuanya yang sederhana diasuh dan dibesarkan di bawah pengawasan sehingga menjadi orang yang mulia dan banyak berjasa.

Beliau pertama kali dididik dan dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang religius, sebab orang tuanya yang bernama H. Muhammad Ramli adalah ulama berpengaruh dan dikenal mempunyai ilmu agama yang dalam bukan hanya di HST bahkan di Kalsel dan luar Kalimantan

Tidak heran kalau di Pamangkih, orang tua dari Tuan guru H. Muhammad Ramli yakni Tuan guru H. Muhammad Amin disebut Tuan guru besar, sedangkan Tuan guru H. Muhammad Ramli dikenal dengan Tuan guru Tuha, karena ditangannyalah kata putus dalam berbagai persoalan, baik yang menyangkut bidang agama maupun problem sosial kemasyarakatan lainnya.

Dalam usia 6 tahun, ia sudah belajar al-Qur’an tahap pertama, di bawah pengajaran langsung orang tuanya. Pendidikan formal ia tempuh di volkschool selama tiga tahun di Pamangkih yang kemudian dilanjutkan ke Vervolkschool selama 2 tahun di Desa Banua Kupang.

Selain itu beliau tidak pernah belajar di sekolah formal lainnya. Untuk selanjutnya ia menempuh pendidikan nonformal berupa pengajian agama yang diberikan oleh orang tuanya sendiri disamping mengikuti pengajian dengan Tuan guru Muda H. Hasbullah putra H. Abdur Rahim di dekat Mesjid Jami’ Pamangkih.