Pemko ingin Cabut Addendum Pembangunan RS

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Pemerintah Kota Banjarmasin sepertinya makin terlihat ragu, dalam melanjutkan proses pembangunan Rumah Sakit Sultan Suriansyah Jalan RK Ilir. Keraguan itu muncul pada sisi kesepakatan kebutuhan anggaran dan waktu penyelesaian yang harus terlaksana pada tahun 2019 nanti.

“Kami ada menerima surat dari Pemko Banjarmasin, terkait keinginan untuk menarik kembali kesepakatan atau addendum pembangunan rumah sakit,” ujar Ketua DPRD Banjarmasin, dr Hj Ananda, kepada wartawan, Rabu (12/9) kemarin.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, di dalam surat itu disebutkan bahwa, kesepakatan perjanjian kerjasama pembangunan yang dibuat antara Walikota Banjarmasin dan Ketua DPRD pada tahun 2016 kemarin, akan di cabut. Untuk selanjutkan dirubah dan disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Sebab ternyata, pada proses pembangunan itu tidak dimungkinkan di bangun sebanyak sepuluh lantai, hanya maksimal dibangun lima lantai. Kemudian dari sisi anggaran, kemampuan daerah hanya mampu merealisasikan dengan jumlah tersebut.

“Surat itu tertanggal 10 September kemarin, yang meminta agar dilakukan pencabutan dan perubahan addendum,” ungkapnya.