Sejumlah Anak Mantan Teroris Pengibar Merah Putih

oleh -533 views
Ilustrasi HUT Kemerdekaan RI ke-73 . (Istimewa)

Medan, Kalselpos.com – Sejumlah anak dari mantan anggota jaringan teroris menjadi tim pengibar bendera Merah Putih dalam peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (17/8).

Anak-anak mantan anggota teroris itu menjadi pengibar bendera dalam upacara yang digelar di Pondok Pesantren Alhidayah di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

Pondok pesantren yang berlokasi sekitar 30 kilometer dari Kota Medan itu binaan Khairul Gazali yang merupakan mantan narapidana kasus terorisme.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI itu juga disaksikan Wak Geng, mantan anggota jaringan teroris yang pernah terlibat dalam perampokan CIMB Niaga di Medan.

Selain pengibar bendera, santri-santri Pondok Pesantren Alhidayah dipercaya menjadi komandan upacara serta pembaca teks Pancasila, dan Proklamasi Kemerdekaan RI.

Usai upacara pengibaran bendera, seluruh santri menyanyikan lagu-lagu, seperti “Hari Merdeka”, “Halo-Halo Bandung”, “Padamu Negeri”, dan “Gebyar-Gebyar”.

Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kabag Perencanaan Polrestabes Medan AKBP Zulfikar yang pada kesempatan itu, membacakan amanat Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Ketika membacakan amanat Kapolri, AKBP Zulfikar juga mengingatkan tentang tanggung jawab santri sebagai generasi penerus bangsa dalam mengisi kemerdekaan.

Setelah upacara bendera, santri-santri Pondok Pesantren Alhidayah menggelar drama kolosal mengenai perjuangan yang dipimpin Bung Tomo ketika melawan penjajah di Surabaya.

Pentas drama kolosal disaksikan Direktur Perlindungan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Brigjen Pol Herwan Chaidir dan Direktur Deradikalisasi BNPT Prof Irfan Idris.

Irfan Idris mengatakan upacara dengan melibatkan anak-anak mantan anggota jaringan teroris itu, juga digelar di Lamongan, Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan tersebut, diharapkan makin membangkitkan nasionalisme generasi muda sehingga tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan banyak orang, terutama aksi terorisme.

Herwan Chaidir mengaku terharu dengan drama kolosal yang dibawakan santri-santri Pondok Pesantren Alhidayah tersebut.

“Itu membuktikan potensi mereka sangat tinggi. Kami titip supaya mereka dibina terus agar menjadi generasi yang berguna,” katanya.

Penulis : Aprie/Ant
Editor : Aprie
Penanggungjawab : S. A. Lingga