Nah Lho… Keterangan Terdakwa Penipuan Berbelit, Hakim Langsung Minta Jaksa Siapkan Tuntutannya Besok

oleh -1.000 views
PENIPUAN - Sabri, Terdakwa penipuan digiring jaksa keruang tahanan di PN Banjarmasin. (Eddy AY)

Banjarmasin, Kalselpos.com – Terdakwa Sabri bin Misra berkelit ketika ditanya majelis hakim, terkait seputar peristiwa penipuan dengan iming-iming pekerjaan yang dilakukan terdakwa kepada para korbannya.

Sidang perkara penipuan dengan iming-iming pekerjaan ini digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin dengan majelis hakim yang diketuai Eddy Cahyono SH MH didampingi dua anggota Herlangga Patmadja SH dan Daru Swastika Rini SH, Senin (20/8).

Berdasarkan pantauan Kalselpos.com, Hakim Eddy terlihat geram saat terdakwa Sabri memberikan jawaban yang bertele-tele perihal keterangannya seputar pekerjaan sehari-sehari terdakwa.

“Sebenarnya saudara ini bekerja dimana? Dari tadi jawabnya freeland pemko Banjarmasin. Ada SK nya tidak? Gajinya berapa? Jangan ngawur,” tanya Eddy Cahyono dengan nada geram.

Lalu, Hakim kembali bertanya apakah terdakwa memang mengetahui jika di KONI Banjarmasin ada lowongan pekerjaan.

“Okelah saudara mengaku kerja di pemko. Sekarang saya mau tanya, dari mana saudara tau jika di KONI ada lowongan pekerjaan,” ujar hakim.

Terdakwa Sabri tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Seolah sambil mengingat-ingat, ia menjawab, “Seingat saya tau dari teman yang mulia,” ucapnya ringan tanpa terlihat merasa bersalah.

Mendengar jawaban tersebut, Hakim Eddy mulai terlihat semakin geram dengan terdakwa. Keterangan Sabri yang sering berubah-ubah sejak pemeriksaan saksi hingga pemeriksaan terdakwa dinilai majelis hakim Eddy Cahyono merupakan hal yang wajar.

“Wajar kalau kamu berbohong tapi hakim punya penilaian sendiri pada keteranganmu dan saksi-saksi lainnya, jangan sampai malah memperberat hukuman kamu,” tegas Hakim

Kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adhyaksa Putera, hakim meminta agar sidang lanjutan dengan agenda tuntutan dipercepat agar terdakwa segera mendapat ganjaran atas perbuatannya yang sudah merugikan para korban. Ditambah lagi keterangan yang diberikan dalam sidang itu terdakwa berbelit dan menyanggah BAP dari kepolisian.

“Pak jaksa tolong siapkan tuntutan kepada terdakwa ini besok hari Selasa 21 Agustus. Saya ingin kasus ini cepat tuntas,” pungkas Eddy yang diakhiri dengan pukulan palu sebagai tanda berakhirnya persidangan.