Mahasiswa Menanam Padi dan Tabur Pupuk di Lahan HPS

oleh -612 views
TANAM PADI - Mahasiswa Fisip ULM menanam padi bersama petani di Desa Jajangkit Kabupaten Batola dalam rangka ikut mensukseskan hari pangan sedunia.(Anas Aliando)

Marabahan, Kalselpos.com – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), ikut bagian menanam bibit padi di Hari Pangan Sedunia (HPS), yang berlangsung di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Batola, Sabtu (18/8/2018).

Kali ini Mahasiswa Ilmu Komunikasi yang tergabung kelompok lima melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Jejangkit Barat, terjun langsung di tempat penanaman bibit padi di Hari Pangan Sedunia. Mereka berbaur bersama warga sekitar, untuk mendukung suksesnya HPS yang akan dilaksanakan pada Oktober 2018 ini.

“Senang bisa terjun langsung bersama teman-teman untuk menanam bibit padi di sawah. Untuk menyukseskan HPS (Hari Pangan Sedunia) “, ucap Ketua Kelompok lima Kuliah Kerja Nyata  (KKN) Muhammad Murjani kepada Kalselpos.com

Masih menurut Murjani, yang juga Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Angkatan 2015 FISIP ULM ini, menanam bibit padi di sawah baru pertama kalinya dan untuk menanamnya perlu hati-hati, agar bibit padinya tumbuh subur dan menghasilkan beras yang baik.”Awalnya ragu untuk menanam bibit padi, karena belum mahir. Setelah diajari panitia HPS, saya bisa menanam bibit padinya,” ujar Mahasiswa yang juga anggota aktif di Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP ULM ini.

Salah satu warga Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala, Batola, Mulyadi mengatakan kegiatan hari ini menebar pupuk kompos di lahan 1 hektar yang dikerjakan selama dua hari dengan dibantu tujuh warga lainnya.

“Menabur pupuk sebanyak 1 hektar membutuhkan waktu sekitar dua hari. Pupuknya ditabur di lahan yang sudah ditanami padi,” Kata Mulyadi yang mengenakan topi purun sedang melakukan penaburan pupuk di lahan yang nantinya dijadikan Hari Pangan Sedunia.

Menurut Mulyadi, untuk penaburan pupuk di lahan 1 hektar ini, menghabiskan pupuk diperkirakan sebanyak 100 karung. Selain mengerjakan penaburan pupuk di lahan HPS, juga mengerjakan penggalian tanah.”Kadang kadang menyemprot dan menggaruk (pengerokan) tanah. Sedangkan penyemprotan hama di tanaman padi ini, dilakukan setelah selesai di taburi pupuk,” ujar Mulyadi pria kelahiran tahun 1984 ini.

Penulis : Anas Aliando
Editor : Aprie
Penanggungjawab : S. A. Lingga