Nah, Harga Kecambah di Sejumlah Pasar Tradisional Banjarmasin Naik 100 Persen

  • Whatsapp
NAIK 100 PERSEN - Tauge alias kecambah sudah empat hari ini harganya melambung karena meningkatnya permintaan di Hari Raya Idul Adha.(Anas Aliando)

Banjarmasin, Kalselpos.com – Harga kecambah atau tauge sejak hari pertama Idul Adha 1439 Hijriah sampai H+2, Jumat (24/8) mengalami kenaikan hingga 100 persen.

“Biasanya kalau hari biasa saya beli kecambah Rp3000 seperempat, tapi pagi tadi saya beli harganya Rp6000,” ujar Rabinah, ibu rumah tangga warga Kayutangi kepada Kalselpos.com sehabis berbelanja di Pasar Lama.

Ibu tiga orang anak ini bertutur, memang setiap Hari Raya Idul Adha harga kecambah selalu naik karena permintaan yang meningkat untuk teman makan rawon daging sapi pasca lebaran.

“Suami saya hobi makan rawon, makanya mau tidak mau saya harus beli kecambah meski harganya mahal,” ujarnya sambil tersenyum.

Jamiri, salah seorang pedagang sayur mayur di Pasar Lama mengakui harga kecambah dalam empat hari ini mengalami lonjakan hingga 100 persen.

“Sebelum Idul Adha harga satu kilo kecambah saya jual Rp12 ribu. Sekarang saya menjualnya Rp24 ribu karena memang pasokan dari pembuat kecambah sangat sedikit. Hari ini saja saya hanya dapat dua kilogram, biasanya paling sedikit sehari saya jual kecambah lima kilometer,” ujarnya.

Jamiri menyampaikan, biasanya harga kecambah akan kembali normal satu minggu usai Idul Adha. “Paling lama satu minggu harga kecambah naik, wajar saja permintaan lagi naik,” tandasnya.

Penulis : Anas Aliando
Editor : Aprie
Penanggungjawab : S. A. Lingga

Tinggalkan Balasan