Selamat Datang Di Website Resmi Kalsel Pos

Ogah bekerja dibelakang Meja

Ogah bekerja dibelakang Meja

BANJARMASIN, K. Pos online – General Manager (GM) Pelindo III Cabang Banjarmasin, Ricky Julius Urailal yang baru beberapa hari dilantik menggantikan posisi Fariz Haryoso melakukan berbagai inovasi untuk kemajuan Pelabuhan yang baru dipimpinnya.

Salah satu cara yang sudah dia lakukan adalah turun kelapangan menemui para pekerja terutama bagian yang paling bawah seperti tukang sapu atau cleaning servis.

“Saya tidak mau hanya duduk dibelakang meja. Saya langsung bergerak meninjau pelabuhan terutama peti kemas dan ingin mengetahui apa saja yang bisa menghambat kinerja di Pelabuhan selama ini,” ujar Ricky Julius kepada sejumlah wartawan yang bertandang ke kantornya, Senin (9/11) kemarin.

Mantan GM Pelindo III Cabang Kotabaru ini menjelaskan, untuk dapat meningkatkan pendapatan pihaknya sekarang sesuai instruksi Dirut dan Komisaris PT Pelindo Pusat yang mana pihaknya harus terus berbenah dan melakukan berbagai terobosan guna meningkatkan pendapatan ditengah kondisi perekonomian global saat ini.

“Sekarang ini barang yang masuk banyak dari luar, sementara barang kita dari Kalsel yang mau dikirim keluar masih sedikit. Karena komoditi kita hampir tidak ada, terutama yang berasal dari Kota Banjarmasin sendiri,” paparnya.

Armada kapal dari luar, lanjut Ricky, banyak yang kosong ketika mereka meninggalkan pelabuhan sehabis mengantar barang. Tentu ini perlu koordinasi dari berbagai unsur bagaimana agar kapal – kapal itu bisa terisi ketika meninggalkan pelabuhan.

Ricky Julius menjelaskan, beberapa waktu yang lalu, Management Pelindo III Banjarmasin sudah menghadap Gubernur Kalimantan Selatan dan Disperindag setempat.

“Saat itu gubernur meminta kepada kami untuk melakukan terobosan dan inovasi untuk meningkatkan volume ekspor selain Batu bara, Rotan dan Kelapa Sawit.

Ricky Julius yakin Pelindo III Cabang Banjarmasin akan mampu mencapai target yang diinginkan Pelindo pusat dan pemerintah.

“Arus peti kemas dari pulau Jawa ke Pelabuhan Banjarmasin terus naik meski dalam prosentase yang tipis sekitar 2,5 hingga 3 persen pada tahun 2017 ini,” jelasnya.

Kedatangan arus peti kemas pada tahun 2016 ungkap Ricky Julius sebesar 29 ribu box. Sementara untuk tahun 2017 ini ada sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya.

“Namun saya tetap yakin target akan bisa tercapaiyang,” imbuhnya.

Penurunan ini menurut Ricky Julius disebabkan masih rendahnya daya beli masyarakat Banua dimana perekonomian masyarakat masih belum stabil.

” Kalau tingkat konsumsi masyarakat banua turun, maka arus barang dari Pulau Jawa juga akan mengalami penurunan,” pungkasnya.

Penulis: Anas Aliando
Editor: Anas Aliando
Penanggung Jawab: SA Lingga

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply